DJI Spark dan Virtual Reality - Jogjasky

Banyak Artikel tentang DJI Spark dan Tidak Ada Kesimpulan

Jika kmau mengikuti berbagai macam berita terakhir tentang DJI Spark di berbagai situs termasuk JogjaSky.com, tidak ada yang benar-benar mampu menggambarkan seperti apa DJI Spark itu. Beberapa orang mengira DJI Spark adalah drone race; beberapa orang lainnya berpikir bahwa drone ini adalah Mavic versi mini; beberapa orang lain berpikir bahwa drone ini adalah selfie drone seperti Yuneec Breeze.

Walaupun DJI Spark bisa saja gabungan semua ini, kami berpikir bahwa ada sesuatu yang besar yang sedang direncanakan oleh DJI. Sesuatu yang nantinya bisa menggubah alur industry drone sepenuhnya.

Dan ini bukan merupakan sebuah April Fools seperti ketika kita membahas soal Virtual Reality dan Phantom 4.

Ketika DJI merilis Phantom, mereka mengganti paradigma orang-orang mengenai apa itu drone. Dan ketika Inspire dirilis, ia melakukan hal yang sama: dengan memanfaatkan teknologi mutakhir. Ketika Mavic Pro diciptakan kembali dengan bagaimana kamera drone seharusnya ada. Jadi, bagaimana dengan Spark? Akankah Spark menjadi jenis drone terbaru?

Spark: Lebih dari Drone Biasa

Jika kita membahas soal nama Spark yang sudah didaftarkan sebagai merk dagang beberapa minggu lalu, kita akan mulai bertanya-tanya, Kenapa Spark? Kenapa nama itu yang dipilih? Bukankah ada sebuah industry drone yang mempunyai nama yang hampir mirip seperti Spark Aerial. Apakah ini hanya sebuah kebetulan, atau akan ada sebuah kejutan lain yang dimunculkan DJI berkaitan dengan nama ini?

Jika kita memperhatikan lebih mendalam soal Spark Aerial, nama itu terlihat seperti perusahaan aerial fotografi pada permukaannya. Namun, jika kita lihat lebih mendalam kepada segenap tim yang sudah bekerja dari tahun sebelumnya, memang akan ada sesuatu kejutan yang akan disuguhkan kepada para penghobi drone.

Kamu bisa melihat sebuah tim luar biasa yang terdiri dari insinyur dan pengembang software dengan kemampuan yang luar biasa dalam mengembangkan video, mengembangkan software kustom, dan diintegrasikan dengan teknologi yang sudah ada untuk menciptakan sebuah produk baru yang luar biasa. Tidak hanya saat Spark digadang-gadang kemunculannya, melainkan sejak perusahaan ini berdiri lewat website resmi, mereka selalu mengumumkan project-project yang sedang mereka kerjakan.

Koneksi Antara DJI dan Spark

Perusahaan Spark Aerial telah bekerja untuk beberapa project berbeda lebih dari setahun ini, tapi ada dua project yang membuat kami sangat tertarik; pertama adalah virtual reality dan swarm teknologi (ketika banyak drone terbang dalam waktu bersamaan untuk mencapai tugas tertentu yang dikontrol oleh sebuah komputer).

Virtual Reality tumbuh menjadi sebuah industry yang menjanjikan dan DJI mengetahuinya. Itulah kenapa DJI mengembangkan VR headset (yang belum dirilis sampai sekarang). Spark Aerial telah bereksperimen dengan Virtual Reality ini sejak 2015, dan mereka bekerja sama dengan DJI pada pelbagai macam demonstrasi VR pada berbagai macam event internasional yang diadakan di Amerika Serikat.

Semua informasi ini bisa saja sangat acak dan tidak berhubungan dengan munculnya DJI Spark. Namun, tetap bisa saja bahwa inspirasi pemberian nama Spark ini karena ada bentuk kerja sama antara DJI dan Spark Aerial.

Kembali ke Virtual Reality

Sebelumnya, hampir tidak ada hak paten dari DJI yang berhubungan dengan Virtual Reality, tetapi mulai 9 Maret 2017, sebuah hak paten diumumkan dengan judul “Sistem dan Metode yang bisa mendukung untuk tayangan tiga dimensi pada first person view (FPV).” Di luar dari semua hak paten yang dikeluarkan DJI, hal ini bagi kami adalah salah satu yang paling menggembirakan.

Ini seperti bagaimana kamu bisa mengambil alih video feed 2D standar dari drone seperti Spark lalu mengubahnya menjadi tampilan 3D dengan menggunakan VR stereoscopic. Dengan teknologi ini, kamu bahkan bisa terbang dengan menggunakan Mavic Pro dan melihat semuanya dalam bentuk 3D.

Bagaimana Hal ini Mungkin Terjadi?

Ini mungkin terjadi. Pertama, kamu perlu mengerti bagaimana pencitraan 3D bekerja. Cara kerjanya sama ketika kamu melihat TV dengan menggunakan VR Headset. Ini seperti menipu mata kamu dengan sebuah trik dengan menyuguhkan gambar 2D dengan berbagai sudut yang berbeda dan menjadikannya sebuah gambar 3D. Permasalahan dari hal ini adalah bahwa kamu biasanya membutuhkan dua kamera terpisah yang ada pada drone untuk menangkap gambar.

Kedua, dengan memproses multiple frame dari video, kamu dapat membuat sebuah map berdasarkan dari sebuah gerakan. Map ini dapat digunakan untuk menciptakan gambar baru dengan perspektif yang berubah. Ketika satu gambar baru sudah diciptakan, gambar asli bisa dikirim ke orang lain. Hal yang menyenangkan dari proses ini adalah bahwa gambar tersebut tidak perlu dikerjakan oleh drone itu sendiri. Video dapat dikirimkan dari sepasang DJI Googles, dan semua hal-hal luar biasa akan terjadi dari sana.

Prediksi Kami Tentang Spark

Kita kini tahu bahwa DJI Spark akan kompatibel dengan pencitraan 3D dengan menggunakan DJI Googles. Kita juga tahu bahwa Spark akan memiliki dua axis gimbal. Kita pun tahu bahwa akan berukuran kecil dnegan props yang dapat berputar dengan sangat cepat, yang artinya ini akan sangat stabil bahkan tanpa gimbal axis ketiga.

Apa artinya semua ini? Hal ini merujuk pada satu hal bahwa tidak ada alasan mengapa Spark bisa menjadi drone pertama yang memiliki pengalaman terbang denga VR yang sangat mengesankan, di mana kamu bisa menoleh dan melihat ke sekitar dalam bentuk 3D seperti saat kamu terbang di langit.

Bagi kami, tidak akan mengejutkan jika Spark muncul tanpa dilengkapi dengan remot kontrol. Hal ini dikarenakan untuk drone berteknologi secanggih ini kamu hanya perlu ponsel pintar saja untuk mengatur jalur terbang dari drone ini.

Tapi Tunggu, Masih Ada Hal Lain

Ingat empat kotak berwarna emas yang ada pada bagian bawah Spark? Iya, DJI juga mengeluarkan sebuah hak paten tentang battery exchanging base stations, di mana sebuah drone dapat mendarat secara otomatis, mengisi, atau mengganti baterai, dan lepas landas lagi tanpa perlu kamu mengankat jarimu.

Hak paten ini telah dimunculkan beberapa tahun silam dan telah mengalami revisi sampai lima kali (terakhir pada 30 Maret). Spark mungkin tidak akan memiliki sistem penghindar rintangan sebaik Mavic Pro, tapi hak paten ini menyebutkan bahwa Spark akan memiliki Visual marker yang bisa membantu mengarahkan Spark ke Dock Station nya.

Bagaimana dengan Harga yang Ditawarkan?

Dengan semua teknologi ini mungkin Spark akan terlihat sangat mahal, tapi ternyata tidak juga. Karena berdasarkan struktur desainnya yang bisa dikatakan cukup murah untuk pabrikan. Base Station dan Googles mungkin akan memiliki harga yang cukup mahal, tapi tidak dengan dronenya.

Base Station dan Googles kemungkinan akan dirilis pada harga sekitar 16 jutaan. Namun, kami berpikir bahwa Base Station dan Googles ini hanya seperti sebuah aksesoris semata.

DJI Spark ini bisa kamu miliki dengan harga sekitar 8 jutaan dengan segala kemampuan canggih yang dimilikinya.

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: