fbpx

Dji sebagai pabrikan drone paling ternama di dunia saat ini terus berinovasi menciptakan produk-produk unggulan. Alih-alih beristirahat dari produktivitas, DJI justru gencar meluncurkan produk terbarunya untuk menekan kompetitor-kompetitor yang terus menantang persaingan.

Hari ini DJI merilis Phantom 4 Pro sebagai update dari phantom 4 yang rilis baru 8 bulan yang lalu!!. Versi Pro yang rilis kali ini dilengkapi kamera yang lebih baik, kemampuan menghindari rintangan yang lebih baik (advanced obstacle avoidance), baterai yang lebih tahan lama dan intelligent flight modes. Ada sedikit perbedaan antara Phantom 4 Pro dengan New Mavic Pro sebagai produk DJI yang lebih murah dan merupakan yang terkecil sejauh ini (dirilis di bulan oktober tahun ini), setidaknya di atas kertas Phantom lebih powerfull.

Kami akan memberikan ulasan lengkap Phantom 4 Pro untuk anda

Mari kita mulai dari kamera. Phantom 4 Pro dilengkapi kamera dengan spesifikasi 1-inch CMOS sensor 20 megapixel yang mampu merekam gambar hingga 11.6 dynamic range. Dengan dynamic range yang lebih baik, artinya sensor kamera memiliki keseimbangan dan kemampuan membedakan gelap dan terang dengan lebih baik. Ini merupakan masalah umum pada pengambilan gambar aerial, terutama ketika menemui situasi dimana terdapat perbedaan kontras antara medan di bawah dan cahaya langit yang terlalu terang. Banyak kamera drone bermasalah ketika melakukan manufer “rolling shutter” (mengambil gambar keatas), biasanya kamera akan mulai bergetar terutama ketika mengambil/mengejar objek yang bergerak cepat. DJI menyebutkan, kamera Phantom 4 Pro mempunyai mechanical shutter baru yang mampu mengatasi masalah-masalah tersebut. Lebih dari itu, kamera terbaru tersebut dapat menyesuaikan aperture lensa, membuat film maker lebih leluasa mengontrol depth of field pada shoot-nya. Dengan kamera Phantom 4 Pro anda dapat mengambil 14 photo per detik dan merekam slow motion 60 frames per detik.

Berlanjut menuju sensor package. DJI melakukan update besar pada paket sensor yang tertanam pada Phantom 4 Pro. Sebelum ini, Phantom 4 dan Mavic mempunyai sensor menghindari rintangan, namun hanya berfungsi jika anda melaju kedepan. Phantom 4 Pro memiliki sensor untuk keempat arah sekaligus, artinya drone dapat melihat rintangan saat terbang tidak peduli kemana arahnya. Fitur ini akan membantu anda mengikuti objek dengan aman baik kedepan maupun kebelakang. Terdapat juga penambahan top speed pada mode obstacle avoidance dari 22 mph menjadi 31 mph. Perubahan besar lain dari Phantom 4 Pro adalah, anda dapat membeli remote dengan monitor display yang langsung tertanam didalamnya. Sebenarnya langkah ini sudah lebih dulu dipakai oleh kompetitor DJI seperti 3D Robotics, Yuneec, dan GoPro. DJI sendiri sejauh ini lebih banyak mengutamakan pemakaian smartphone sebagai display monitor. Dengan display monitor yang tertanam pada remote, anda dapat lebih lama terbang tanpa takut kehilangan tenaga baterai dari perangkat komunikasinya.

Terakhir, update penting lainnya adalah kemampuan DJI Phantom 4 Pro dalam melintasi lingkungan yang kompleks dan jangkauan terbang yang lebih jauh. Menariknya, anda bisa membuat jalur terbang melalui map hanya dengan jari. Phantom 4 Pro dibandrol dengan harga Rp 20.050.000 atau Rp 24.000.000 jika anda menginginkan controller dengan build-in monitor display. Saat ini DJI Phantom 4 Pro dapat dipesan (pre-order) di website resmi DJI atau di store yang tersedia di kawasan Asia. DJI sendiri menyebutkan bahwa unit ini ditujukan untuk serious hobbyists, fotografer profesional dan filmmakers lebih dari Mavic. Hari ini DJI juga merilis Inspire 2, sekaligus peluncuran ke 4 dalam 2 bulan terakhir. Sebuah pencapaian luar biasa DJI untuk melawan kompetitor-kompetitornya.

Comments

comments