5 Tips Sederhana Menjual Footage Drone di Pasaran

Kamu tentu sadar betul bahwa menerbangkan drone adalah hal yang luar biasa. Selain kamu bisa mendapatkan perspektif baru mengenai banyak hal, kamu juga bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Caranya? Tentu dengan menjual footage drone terbaikmu.

Dengan permintaan pasar yang begitu besar akan aerial footage, para droner tentunya akan semakin mudah dalam mendapatkan penghasilan lebih. Berikut ini ada 5 tips menjual footage drone yang bisa kamu ikuti.

Tip #1: Buat Konten yang Menjual

Walaupun agak susah untuk menentukan pasar mana yang berminat dengan konten footage drone yang kamu buat, bukan berarti kamu tak bisa membuat konten yang menjual. Kebanyakan pasar mencari footage drone dengan lokasi dan pemandangan yang spesifik.

Footage seperti matahari tenggelam, bangunan-bangunan bersejarah, atau lanskap perkotaan adalah beberapa hal yang sangat diminati pasar. Tentu hal ini harus kamu dukung dengan teknik pengambilan gambar yang halus agar semakin menegaskan kualitas footage dronemu.

Tip #2: Beri Nama pada Footagemu

Mengunggah video footagemu ke YouTube adalah salah satu langkah untuk memasarkannya. Namun, memberi tagging dan nama yang tepat pada videomu adalah hal yang paling utama.

Pemberian nama dan tag yang tepat akan membuat pasar mudah mencari footagemu. Nama seperti “Liburan di Bali” tidak akan dilirik oleh pasar. Dengan menambahkan kata-kata kunci seperti “drone” atau “Sunset di Bali” pada judul videomu akan membuat footagemu lebih mudah ditemukan.

Tip #3: Sebutkan Hargamu

Jika sebuah perusahaan yang berminat membeli footage-mu tidak menyebutkan seberapa besar mereka berniat membayar karyamu, kamu harus membuat standar harga. Kategorikan videomu berdasarkan kualitas misalnya untuk video 4K, dengan pemandangan spesifik, dan durasi tertentu. Selain itu, pastikan juga bahwa harga yang kamu tentukan adalah harga yang kompetitif.

Tip #4: Perhatikan Cara Mengambil Footage

Agar video footagemu laku di pasaran, tentu kamu harus memperhatikan cara mengambil footage-nya. Lepas landas dengan pengaturan white balance dan exposure otomatis akan membuatmu lebih mudah mengedit video pasca produksi.

Kamu juga harus memastikan bahwa saat mengambil video, pastikan menggunakan kualitas yang paling tinggi, bahkan jika pasar meminta footage dengan kualitas yang lebih rendah. Kenapa? Hal ini dikarenakan jika kamu mengubah kualitas video dari 4K ke 1080p hasilnya akan tetap lebih bagus daripada kamu langsung merekam dengan kualitas 1080p.

Tip #5: Bersabarlah

Satu hal yang paling penting dimiliki oleh droner adalah kesabaran. Jika kamu sudah mengikuti tip pertama sampai keempat, tetapi footage drone-mu belum dilirik juga oleh pasar, bersabarlah.

Upaya menjual footage drone adalah sebuah upaya yang tarik-ulur, terlebih lagi jika pasar yang ingin membeli karyamu menginginkan banyak scene. Jadi, jangan terlalu kaku dengan harga yang kamu pasang.

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: