10 Fakta Phantom 4 Pro yang Wajib Kamu Tahu dan Pelajari

Phantom 4 Pro dan Phantom 4 Pro+ menjadi dua produk Phantom 4 Series yang paling luar biasa berkat teknologi super canggih yang disematkan padanya. Banyak droner baik dari professional maupun penghobi biasa yang terpesona dengan kemampuan yang dimiliki dua drone terbaik tahun 2017 ini.

Lebih lagi, kini publik dimanjakan dengan adanya versi terbaru dari DJI Phantom 4 Pro yaitu Phantom 4 Pro Obsidian. Namun, tunggu dulu. Sebelum kamu mau mencari tahu tentang drone baru ini ada baiknya kamu tahu 10 Fakta Phantom 4 Pro yang Wajib Kamu Tahu dan Pelajari.

1. Kamera

Kamera Phantom 4 Pro dan Zenmuse X4S dari Inspire 2 sebenarnya diciptakan dengan kualitas teknologi yang sama. Dua kamera ini berbagai rentang ISO, Resolusi, dan sensor yang sama. Satu-satunya hal yang membedakan antara dua kamera ini adalah bahwa Zenmuse X4S mampu berputar 3600 sedangkan kamera pada Phantom 4 Pro tidak bisa

2. Third Party Apps pada Remot Kontrol

Pada remot kontrol Phantom 4 Pro maupun Pro+ tidak memliki third party apps. Hal ini tentunya membuat fungsi autopilot atau Lachie tidak akan dapat digunakan dengan remot kontrol P4Pro. Namun, dengan banyaknya diskusi di berbagai forum, bukan tidak mungkin nantinya DJI akan memberikan pembaruan yang memungkinkan penggunaan aplikasi third party pada remot kontrolnya.

3. Jangkauan VPS Velocity

Jangkauan VPS pada Phantom 4 Pro mengalami peningkatan jauh dari Phantom 4, tentunya. Jangkauan Velocity pada P4 adalah 36km/jam sedangkan pada Phantom 4 Pro adalah 50 km/jam.

4. Time Lapse

Pada phantom 4 pro kamu bisa menggunakan fitur timelapse dengan durasi lebih rendah dari versi sebelumnya yaitu interval 2 detik. Hal ini tentunya adalah sebuah pembaruan dari fitur yang ada pada Phantom 4 yang memiliki inverval 10 detik.Tentunya dengan kemampuan ini, Phantom 4 Pro akan lebih memanjakan setiap sinematografer yang ingin membuat video timelapse yang mengagumkan.

5. 3D POF Sensor

Phantom 4 Pro memiliki sensor inframerah atau 3D POF Sensor yang hanya berfungsi ketika kamu menggunakan Mode Beginner dan Tripod. Hal ini membuat kamu tidak bisa berharap banyak bahwa sensor ini mampu menyelamatkan dronemu ketika terbang di samping dinding. Namun jangan terlalu khawatir, dua sensor hebat lain yang ada pada bagian depan dan belakang mampu berfungsi pada mode apapun.

6. Hovering Precision

Ada sedikit peningkatan kualitas pada hovering precision dengan GPS. Pada vertical precision baik Phantom 4 maupun Phantom 4 Pro memiliki angka yang sama yaitu 0.1 meter. Sedangkan untuk horizontal precision untuk Phantom 4 adalah 0.5 meter dan Phantom 4 Pro adalah 0.3 meter.

7. AEB

Auto Exposure Braketing pada Phantom 4 Pro mengalami peningkatan hingga 7 bracketed frame dari yang sebelumnya hanya 5 brakected frame.

8. Masalah yang Ada pada 3D POF Sensor

Sensor 3D POF atau inframerah pada Phantom 4 Pro merupakan sebuah pembaruan yang sangat bagus. Akan tetapi sensor ini masih memiliki beberapa masalah, salah satunya adalah ketika memindai benda-benda transparan (kaca, kristal), dinding, dan beberapa benda berukuran kecil.

9. Fungsi RTH

RTH yang berdasarkan pada informasi vision sensor ditambahkan pada Phantom 4 Pro. Jadi, aircraft dengan bantuan GPS akan merekam informasi dari tempat take off pada ketinggian 7 m.

Ketika RTH aktif dan aircraft mulai mendarat otomatis, aircraft akan mendeteksi lokasi pendaratan apakah rata atau tidak. Jika permukaan pendaratan tidak rata aircraft tidak akan mendarat dan akan melayang di tempat.

10. Baterai

Salah satu tips menjaga performa baterai adalah jauhkan dari lingkungan yang lembab dan jangan membiarkannya di-charge melebihi batas waktunya. Dan pastikan untuk men-charge dan mendischarge baterai sekali selama kurun waktu 3 bulan.

Demikianlah ke-10 Fakta Phantom 4 Pro yang Wajib Kamu Tahu dan Pelajari. Semua hal yang kamu baca tersebut bisa juga kamu saksikan dalam video berikut ini:

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: