Tim Jogja Sky beberapa kali mencoba mencari informasi mengenai masalah penurunan kualitas video pada Mavic 2 Pro, dan tidak menemukan sesuatu yang berarti. Mungkin informasi ini sudah tercampur dengan hoax yang menjadi viral dan sedikit banyak berdampak pada kredibilias DJI.

Masalah penurunan kualitas video pada Mavic 2 Pro ini kali pertama muncul dari akun pengguna YouTube bernama Cliff Toffen. Akun tersebut mempublikasikan sebuah video yang kemudian menjadi viral di kalangan orang-orang yang kurang berpengalaman dan pada akhirnya berdampak langsung pada DJI.

Dalam video yang diupload oleh Cliff Toffen itu jelas-jelas dia tidak menyertakan faktor terpenting dalam perbandingan yang dibuatnya. Faktor tersebut adalah mode pengambilan video. Cliff membandingkan hasil video 4K pada Phantom 4 Pro dengan Mode FOV 4K pada Mavic 2 Pro. Hal ini jelas membuat perbandingan tidak seimbang sehingga pernyataan bahwa ada masalah penurunan kualitas video pada Mavic 2 Pro bisa muncul.

Bagi beberapa orang yang belum berpengalaman dengan DJI drone, pernyataan ini tentu sedikit menyesatkan. Untuk itulah JogjaSky mencoba memberikan alasan mengapa masalah penurunan kualitas video pada Mavic 2 Pro hanya sebuah Hoax.

Mengapa DJI Menerapkan Fitur Baru Mode FOV 4K pada Mavic 2 Pro?

Fitur ini dibuat untuk situasi khusus. Situasi di mana gambaran obyek yang lebih lebar jauh lebih penting dibandingkan dengan resolusi sempurna tetapi memiliki gambaran obyek yang sempit.

Berapa Jumlah Piksel Yang Dibutuhkan untuk Menghasilkan Video 4K?

Untuk menghasilkan sebuah video 4K dibutuhkan kurang lebih 8.3 juta piksel dari sensor (8.3 megapiksel).

Apakah Benar Bahwa Mavic 2 Pro dan Phantom 4 Pro Menggunakan Semua Sensor Pada Lensanya Untuk Menghasilkan Video 4K?

Benar. Untuk membuat sebuah video berkualitas 4K dengan Field Of Vision (FOV) dan ekuivalensi yang sama antara proporsi dan focal length, processor gambar menggunakan sistem untuk memindai dan memproses sinyal video. Proses ini disebut dengan PIXEL BINNING. Sistem ini tidak hanya digunakan ketika akan menghasilkan video 4K, tetapi juga video dengan kualitas di bawahnya. Jika sistem pemrosesan ini tidak terjadi, maka video yang kamu hasilkan akan memiliki focal length yang berbeda pada tiap mode resolusi yang kamu pilih.

Bagaimana Cara Kerja Video 4K pada Mavic 2 Pro dan Phantom 4 Pro?

Untuk bisa mendapatkan hasil video 4K, sensor kamera harus memiliki piksel dengan jumlah minimal yang diharuskan. Terutama, untuk menghasilkan video 4K, jumlah piksel minimal yang dibutuhkan adalah 8,3 juta piksel (8,3 megapiksel). Sensor kamera pada Mavic 2 Pro dan Phantom 4 Pro memiliki jumlah piksel sebanyak 20 juta pada permukaan seluas 1-inchi. Jumlah ini sudah lebih dari dua kali jumlah minimal untuk bisa menghasilkan video 4K.

Namun, apakah kemudian artinya luas sensor yang digunakan hanya separuhnya saja? Jawabannya, TIDAK. Baik Mavic 2 Pro dan Phantom 4 Pro menggunakan seluruh luas sensornya sebesar 1 inchi untuk bisa menghasilkan video berkualitas 4K.

Dalam hal ini, jika sebuah sensor memiliki jumlah piksel sebanyak dua kali lipat dari jumlah minimal untuk biasa dipakai untuk menghasilkan sebuah video 4K, sistem akan menggunakan sebuah alogaritma bernama PIXEL BINNING. Hal ini digunakan untuk bisa menghasilkan video 4K dengan kualitas paling tinggi kedua drone ini.

Bagaimana Cara Kerja Pixel Binning Pada Mode Video 4K di Phantom 4 Pro dan Mavic 2 Pro?

Sistem pemrosesan ini menggunakan alogaritma untuk mendapatkan informasi dua kali lebih banyak dari fotodioda. Hal ini dikarenakan sensor menggunakan jumlah piksel yang jumlahnya juga dua kali lipat untuk menghasilkan video 4K. Setiap photolith berhubungan dengan satu piksel, dan tiap piksel terdapat tiga fotodioda mikroskopik yang sangat sensitif satu sama lainnya dengan tiga warna primer (RGB). Alogaritma Pixel Binning pada video 4K membutuhkan 2 kali jumlah minimal dari piksel untuk membuat video 4K. Artinya sistem ini membutuhkan: 8.3 MP x 2 = 16.6 megapiksel. Pada kamera Mavic 2 Pro dan Phantom 4 Pro, processor gambar memindai setiap pasang photoliths RGB berturut-turut untuk menciptakan sebuah piksel dengan informasi rerata dari 2 photolith. Jika kita menghitung jumlah total permukaan dari sensor CMOS 1-inchi yang memiliki 20 megapiksel, dan, pemrosesan gambar hanya butuh memindai 16,6 megapiksel untuk menghasilkan video 4K, artinya hanya ada sekitar 3 megapiksel dari sensor yang tidak digunakan. Tidak buruk juga.

Mengapa Alogaritma yang Digunakan pada Video Berdampak Juga Pada Kualitas Foto?

Hal ini dikarenakan agar tidak mengubah sudut pandang (angle of view) dan focal ekuivalensi dari kamera saat menggunakan mode resolusi yang berbeda. Alasan kedua adalah agar sensor bisa mendapatkan data gambar yang lebih banyak.

Apakah Mavic Air dan Mavic 2 Zoom Menggunakan Alogaritma ini?

Jawabannya IYA. Sama seperti kamera lainnya yang ada di pasaran. BEDANYA, pada dua model ini sistem alogaritma ini hanya bekerja pada video dengan kualitas 1080p dan 2.7K. Sistem alogaritma ini tidak bekerja pada kualitas video 4K karena sensor pada Mavic Air dan Mavic 2 Zoom hanya memiliki jumlah piksel sebanyak 12 megapiksel.

Jadi, Apa yang Terjadi pada Mode FOV 4K pada Mavic 2 Pro?

Sederhana. Ini adalah kali pertama DJI menerapkan mode FOV 4K agar Mavic 2 Pro bisa menangkap obyek gambar yang lebih lebar. Akan tetapi dengan diterapkannya mode ini resolusi dan ketajaman gambar menjadi berkurang. Hal ini dibuat agar orang-orang yang menonton videomu lebih bisa mendapatkan gambar dengan sudut pengambilan yang lebih lebar.

Maka, TIDAK BISA DIBANDINGKAN ANTARA KUALITAS MODE FOV 4K ini dengan mode 4K pada Phantom 4 Pro. Hal ini dikarenakan Mode FOV 4K ini adalah fitur baru yang ditujukan agar Mavic 2 Pro memiliki performa baru. Fitur ini sifatnya adalah OPSIONAL, yang bisa kamu aktifkan atau nonaktifkan tanpa harus kehilangan kualitas mode 4K yang sebelumnya.

Pada Mode FOV, CMOS harus terus melakukan sampling dan scanning dengan menggunakan alogaritma dan matematika yang lebih rumit. Maka, sangat tidak memungkinkan untuk tetap membuat sensor melakukan pemindaian dan pemrosesan dengan “pixel binning” dengan menggunakan pasangan piksel secara berurutan.

Apakah Benar Muncul Distorsi Jika Mode FOV 4K Ini Digunakan?

Hal ini berkaitan dengan batasan dari perangkat keras yang digunakan. Mode FOV 4K dapat menghasilkan gambaran obyek yang lebar karena mode ini menggunakan seluruh permukaan sensornya termasuk bagian ujung lensa. Hal ini lah yang kemudian membuat video mulai mengalami distorsi.

Apakah Ini Sebuah Masalah?

Bukan. Mode FOV 4K ini adalah mode opsional yang bebas kamu gunakan atau tidak. Jikapun tidak, kamu masih bisa menghasilkan video berkualitas 4K sama seperti yang ada pada Phantom 4 Pro dan DJI drone lainnya. Mode FOV 4K adalah sebuah fitur baru yang tidak mengurangi sedikit pun kualitas dan fungsi dari Mavic 2 Pro.

Lalu, Apa Luar Biasanya Kamera Mavic 2 Pro Dibanding Mavic Air, Mavic 2 Zoom, atau Phantom 4 Pro?

Pendapat personal kami erat kaitannya dengan beberapa indikator berikut:

  • Dynamic Range: Di antara model drone yang disebutkan di atas, kamera Mavic 2 Pro memilki dynamic range yang lebih besar. Total dynamic rangenya adalah 14 stops, Mavic 2 Zoom memiliki dynamic range 13 stops, sedangkan Phantom 4 Pro hanya 12 stops.
  • Kedalaman Warna: Dari keempat model yang disebutkan, Mavic 2 Pro unggul karena memiliki kedalaman warna (color depth) 10 bits dibandingkan mode lainnya.
  • Resolusi: Kamera Phantom 4 Pro dan Mavic 2 Pro sama-sama memiliki sensor sebesar 1 inchi dengan resolusi kamera 20 megapiksel. Sedangkan, Mavic Air dan Mavic 2 Zoom memilki resolusi kamera 12 megapiksel.
  • Kamera: Kamera pada Phantom 4 Po dan Mavic 2 Pro memiliki diagram fisik yang tidak ditiru secara elektronik pada Mavic 2 Zoom dan Mavic Air

Kesimpulan

Setelah membaca keterangan tersebut, pendapat yang menyebutkan bahwa ada masalah penurunan kualitas video pada Mavic 2 Pro hanyalah hoax. Pada kenyataannya kamera Mavic 2 Pro yang merupakan hasil kerja sama dengan Hasselblad tetap bisa menghasilkan video 4K dengan sangat luar biasa.

Rasanya tidak mungkin juga Hasselblad yang merupakan produsen kamera terbaik di dunia – yang pernah memproduksi kamera untuk NASA sebagai kamera pertama yang digunakan di Bulan dalam Apollo Misi – menghasilkan kamera yang memiliki masalah penurunan kualitas video pada Mavic 2 Pro.

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: