Kamera dengan sensor pencitraan multispectral menggunakan panas sebagai sarana pendektesiannya. Pencitraan multispectral ini didapatkan dengan FLIR Thermal Camera yang kemudian diintegrasikan dengan aplikasi software khusus agar bisa menghasilkan informasi dalam bentuk data yang siap diolah. Ada banyak manfaat pencitraan kamera multispectral ini misalnya untuk agrikultur, SAR, pertambangan, kehutanan, dll.

Drone dengan Kamera Multispectral

Drone yang kompatibel dengan kamera multispectral harus memiliki beberapa spesifikasi seperti GPS, FPV, Stabilized gimbal, kamera dengan kemampuan luar biasa, kemampuan autonomous waypoint, dan kompabilitas dengan software pemetaan photomemetry seperti Pix4D. Di antara banyak drone, ada beberapa usulan terbaik:

  • DJI Matrice 210 RTK
  • DJI Inspire 1
  • DJI Phantom 4 Pro
  • DJI Mavic Pro

Khusus untuk DJI Matrice 210 RTK, dan Inspire 1 dapat juga dipasangi kamera dengan sensor thermal FLIR, yang bisa dipasang pada Zenmuse Z30, yang mampu menghasilkan data yang sangat spesifik yang bisa digunakan untuk pelbagai kebutuhan baik pemetaan, agrikultural, SAR, dll. Selan itu, untuk bisa menghasilkan gambar multispectral kamu juga bisa memasang sistem sensing imaging multispectral milik Parrot Sequoia.

Apa itu Gambar Multispectral

Gambar atau pencitraan multispectral adalah sebuah gambar yang dihasilkan dari kamera multispectral yang memiliki data dengan frekuensi sangat detail yang disuguhkan dalam spektrum elektromagnetik. Panjang gelombang elektromagnetik dibagi dalam beberapa filter dengan menggunakan beberapa instrumen yang sensitif dengan panjang gelombang, termasuk dari frekuensi penglihatan manusia.

Frekuensi penglihatan manusia berapa antara 400 sampai 700 nm, yang artinya bahwa manusia hanya bisa membedakan warna dari ungu sampai merah. Dengan menggunakan kamera FLIR thermal ini, kita dapat melihat spektrum cahaya lain yang sangat bermanfaat bagi berbagai macam kebutuhan misalnya:

  • Untuk penyelidikan kesuburan tanaman, mengidentifikasi munculnya hama, yang semakin membuat efisien upaya pemeliharan tanaman pertanian.
  • Digunakan sebagai penanda awal munculnya titik api sebelum melebar menjadi kebakaran hebat. Kemampuan pengindraan panasnya juga mampu digunakan untuk mendeteksi praktik pencurian kayu yang dilakukan pada malam hari.
  • Mampu mendeteksi panas pada yang muncul pada komponen listrik secara lebih rinci, yang dapat meminimalisasi timbulnya kerusakan yang parah.
  • Bisa digunakan dalam upaya pendeteksian korban bencana alam yang sulit dijangkau.

Pembagian Spektrum Multispectral

  • Biru

Gelombang ini memiliki panjang energi 450-520 nm yang biasa digunakan untuk pencitraan gambar yang ada di atmosfer dan bawah air dengan tingkat kedalaman hingga 50 meter

  • Hijau

Gelombang ini memiliki panjang energi dari 520-600 nm yang biasa digunakan untuk pencitraan gambar agrikultural dan struktur bawah air dengan kedalaman hingga 30 meter

  • Merah

Memiliki panjang energi 600-690 nm, yang banyak digunakan untuk pencitraan benda-benda buatan manusia, obyek di bawah air dengan kedalam 9 m, pertambangan, dan agrikultural

  • Near Infrared (NIR)

Spektrum ini memiliki panjang energi 750-900 nm, banyak digunakan untuk kebututuhan agrikultural.

  • Mid Infrared (MIR)

Panjang energi dari gelombang ini adalah 1550-1750 nm, yang banyak diaplikasikan pada kebutuhan agrikultural, tingkat kesuburan tanah, dan upaya pemadaman titik api di hutan

  • Far Infrared (FIR)

Memiliki panjang gelombang 2080-2350 nm yang banyak digunakan untuk pengecekkan kesuburan tanah, pertambangan, dan pemadaman titik api di hutan

  • Thermal Infrared

Gelombang ini memiliki panjang energi 10400-125000 nm, banyak digunakan untuk kebutuhan pertambangan, upaya pemadaman titik api di hutan, dan penelitian di malam hari.

Aksesoris Tambahan

Untuk menambah tingkat akurasi sensor pencitraan multispectral, kamu bisa menambahkan Kamera Time-of-Flight 3D dan Sensor Multispectral Parrot Sequoia.

Kamera ToF dapat digunakan sebagai altimeter dengan presisi yang tinggi untuk menjaga stabilitas penerbangan drone saat mengambil gambar multispectral. Dalam dunia agrikultur, kamera ini sangat baik ketika digunakan untuk mengukur tingkat volume pupuk kandang dan jerami basah, misalnya.

Sedangkan Sensor Multispecktral Parrot Sequoia dapat menangkap gambar dengan empat spektrum berbeda dari yang sangat jelas terlihat, terlihat, tidak terlihat, sampai ke gambar dengan RGB (Red, Green, Blue). Sensor ini merupakan sensor yang paling kecil dan ringan yang sering dipasangkan pada banyak jenis UAV seperti, DJI Matrice 210 RTK, Phantom 4 Pro, Inspire 1, dan lain sebagainya.

Selain itu, Sequoia ini memiliki dua sensor yaitu multispectral dan sunshine; juga memiliki GPS, IMU, Magnetometernya sendiri sehingga tidak data yang dihasilkan tidak tergantung pada jenis drone di mana sensor ini dipasangkan.

DJI Matrice 210 RTK

Di antara beberapa DJI drone yang disebutkan, DJI Matrice 210 RTK ditambah dengan penggunaan kamera Zenmuse Z30 adalah pilihan yang paling baik untuk menghasilkan gambar multispectral.

Kamera ini memiliki sensor CMOS 1/2.8” dengan kemampuan optical zoom 30x dan digital zoom 6x yang tidak ada tandingannya. Kamera ini jika dipasangkan pada DJI Matrice 210 RTK membuat pengumpulan data gambar lebih cepat dan detil. Hal ini tentunya akan mengurangi risiko kerugian baik bagi perorangan maupun kerusakan peralatan.

JogjaSky Enterprise segera akan menghadirkan DJI Matrice 210 RTK sebagai salah satu wujud komitmen kami sebagai penyedia layanan aerial terdepan dalam segala lini kehidupan.

Download brosur DJI Matrice 210 RTK pada tombol berikut ini.

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: