fbpx

GPS III Satellite, image from gps.gov

Global Positioning System atau GPS telah menyediakan informasi waktu yang akurat untuk berbagai sistem penting seperti jaringan listrik, komunikasi, pasar keuangan, layanan darurat, dan sistem-sistem perindustrian. Ini juga mencakup kemampuan untuk mentransmisikan tanggal dan waktu yang akurat dan sama secara global kepada receiver. Setelah menerima data tersebut, receiver GPS lalu menerjemahkan tanggal dan waktu ke dalam format yang lebih umum – hari, bulan, tahun, dan waktu.

Pada 6 April 2019 yang akan datang, sebuah peristiwa akan berlangsung yang disebut GPS 2019 Week Rollover dan DJI baru saja merilis pernyataan yang mengatakan bahwa drone mereka telah “diuji secara menyeluruh” dan bahwa pembuat drone asal Cina ini telah mengkonfirmasi bahwa platform mereka “tidak akan terpengaruh oleh peristiwa ini.”

Apa sih yang dimaksud dengan peristiwa GPS 2019 Week Rollover ini? Simak pembahasan Jogja Sky di bawah ini.

GPS Week Rollover 2019

Ternyata, Global Positioning System (GPS) yang selama ini sering kita gunakan menggunakan sistem biner 10-bit dan akan mencapai batas 1.024 minggu dan perlu diatur ulang kembali ke 0 pada 6 April 2019. Minggu pertama dimulai pada 6 Januari 1980, dan pengaturan ulang yang pertama terjadi pada 21 Agustus 1999, seperti dilansir pada Energy.gov. Oleh karena itu, beberapa receiver GPS bisa menampilkan tanggal yang salah pada 6 April 2019 dan beberapa hari setelahnya.

Apa saja yang bisa terdampak dari pengaturan ulang GPS ini?

Banyak sistem yang digunakan oleh berbagai pihak seperti pasar keuangan, perusahaan pembangkit listrik, dan sistem kontrol industri serta jaringan komunikasi bisa terpengaruh karena pengaturan ulang GPS ini.

Namun, karena ini adalah kedua kalinya pengaturan GPS akan terjadi, banyak produsen receiver GPS telah mengantisipasi hal ini. Gangguan bisa saja terjadi pada perangkat anda apabila Receiver GPS pada perangkat yang dimiliki telah beroperasi selama lebih dari 10-15 tahun tanpa pembaruan firmware.

Korps Marinir Amerika Serikat pada situs resminya memberikan penjelasan sebagai berikut:

“Receiver-receiver GPS memperoleh waktu dari konstelasi GPS menggunakan angka minggu 10-bit yang menghitung minggu dari nol hingga 1023 dan kemudian kembali ke nol bukan bertambah menjadi 1024. Ini dapat menyebabkan beberapa receiver melaporkan tanggal 1024 minggu (19,6 tahun) di masa lalu ketika seharusnya angka minggu adalah nol. Ini berarti, pada tanggal 6 April 2019 depan, beberapa receiver GPS bisa saja menampilkan tanggal 22 Agustus 1999. Untuk mengurangi masalah ini, produsen-produsen GPS menyediakan pembaruan perangkat lunak untuk memastikan minggu ke-nol dapat diinterpretasikan dengan benar.”

Sedangkan pernyataan resmi DJI mengenai peristiwa pengaturan ulang GPS ini adalah sebagai berikut:

“DJI mengetahui tentang GPS 2019 Week Rollover yang akan terjadi pada 6 April 2019 depan. Semua platform DJI telah diuji secara menyeluruh dan kami dapat memastikan bahwa mereka tidak akan terpengaruh oleh pengaturan ulang GPS ini.
Pelanggan tidak perlu mengambil tindakan apa pun dan dapat terus menggunakan drone DJI mereka tanpa gangguan.”

Jadi, bagi para pengguna drone DJI, jangan sedih! Kalian akan bisa tetap terbang pada tanggal 6 April 2019 maupun sesudahnya.

Bagi para pecinta UAV yang belum mengenal ataupun memiliki drone DJI, silahkan klik tombol di bawah ini untuk informasi mengenai drone-drone consumer dari DJI. DJI merupakan perusahaan produsen drone dan stabilizer kamera nomor 1 di dunia berkat kualitasnya.

Tetap terhubung dengan Jogja Sky!

Ingin mendapatkan informasi dan update terkini seputar Jogja Sky, produk-produk DJI, dan dunia UAV? Ikuti kami di Facebook, Twitter, dan Instagram. Kunjungi terus website kami untuk membaca berbagai artikel yang akan keluar setiap hari Rabu.

Ikuti Kami di :

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: