Paruh pertama tahun 2017 sudah dilewati. Sepanjang satu semester ini banyak sekali produsen pesawat terbang tanpa awak yang berlomba untuk bisa menggaet pasar paling banyak. Di antara banyak drone yang diproduksi sepanjang paruh pertama itu, memiliki tujuan pasar yang berbeda-beda. Ada drone yang dikhususnya untuk kalangan penghobi, professional, dan selfie drone.

Kami menyusun daftar drone terbaik di tahun 2017 berdasarkan ketiga kategori tersebut.

Drone Terbaik untuk Penghobi

Drone yang digemari oleh para penghobi umumnya adalah drone yang memiliki penampilan professional tetapi dengan harga yang terjangkau. Para penghobi biasanya memilih drone berdasarkan kemampuan kamera dalam menghasilkan gambar maupun video. Dewasa ini, sudah banyak drone yang mampu menghasilkan video dengan kualitas 4K, tetapi tidak banyak yang memiliki harga yang terjangkau.

DJI Phantom 4 Pro / Advanced

Di urutan pertama drone terbaik untuk penghobi ada DJI Phantom 4 Pro / Advanced. Drone ini menempati urutan pertama drone terbaik untuk kalangan penghobi selain karena mampu merekam video dengan kualitas 4K dan memiliki resolusi kamera 20 MP adalah karena drone ini dilengkapi dengan berbagai macam fitur menarik.

Drone ini mampu menampilkan tayangan video langsung 1080 full HD dengan bitrate 100 Mbps yang membuatmu bisa lebih detail dalam mendapatkan hasil tayangan. Drone ini juga dilengkapi dengan frekuensi yang bisa diganti dari 2.4 GHz menjadi 5.8 GHz, yang sesuai digunakan di tempat yang memiliki gangguan gelombang tinggi. Sensor pengindraan rintangan yang menyelimuti drone juga menjadi salah satu faktor kenapa drone ini menjadi pilihan pertama para penghobi.

Faktor lain yang menentukan peringkat ini adalah bahwa DJI Phantom 4 Pro / Advanced ini mampu terbang dengan durasi hingga 30 menit.

Namun, drone ini tetaplah memiliki beberapa kekurangan di antaranya bahwa sensor pengindraan rintangan yang dimiliki Phantom 4 Pro+ hanya aktif pada mode beginner dan tripod saja. Juga, penggunaan aplikasi untuk menjalankan Phantom 4 Pro+ hanya terbatas pada penggunaan aplikasi DJI GO saja.

DJI Mavic Pro

Kalau ada hal yang menempatkan DJI Mavic Pro satu tingkat di bawah Phantom 4 Pro adalah karena angel kamera yang ada pada Mavic lebih sempit jika dibandingkan dengan kamera yang ada pada Phantom 4 Pro dan juga performa terbang yang dimilikinya.

Drone kecil dengan kemampuan luar biasa ini ternyata menyedot pangsa pasar penghobi sedemikian banyaknya. Harganya yang lebih murah jika dibandingkan Phantom 4 Pro menjadi salah satu kunci kenapa drone ini mendapat lirikan yang lebih banyak.

Secara teknologi, DJI Mavic Pro memiliki hampir semua teknologi DJI yang ditanamkan pada Phantom 4 Pro. Berkat teknologi OcuSync dan kapasitas baterai 3830 mAh, Mavic Pro mampu terbang sejauh hampir 7 km dengan kecepatan 40 km/jam dengan menggunakan Mode Sport.

Autel Robotics X-Star Premium

Setelah posisi 1 dan 2 diduduki drone produksi DJI, di posisi ketiga ada drone yang diproduksi oleh perusahaan lain, Autel Robotics. Drone yang diberi nama X-Star Premium ini mampu terbang selama 25 menit, memiliki kamera beresolusi 12 megapiksel, dan mampu merekam video dengan kualitas 4K dilengkapi dengan gimbal 3-axis.

Sama seperti Mavic Pro, X-Star juga dilengkapi dengan GPS/GLONASS yang mampu mengamankan dan menstabilkan drone ketika ia sedang terbang. X-Star dilengkapi dengan kartu memori mikro 64GB dan kemampuan fast charging.

Uniknya teknologi yang diusung Autel ini adalah kamera yang ada pada X-Star bisa diganti dengan kamera lain. Pada CES 2017, Autel menyiapkan sebuah kamera berresolusi 20MP dan memiliki sensor CMOS 1 inchi yang bisa digunakan sebagai pengganti kamera yang terpasang pada X-Star.

Sayangnya, drone ini dilengkapi kemampuan kurang baik ketika terbang di lingkungan low light. Selain itu ketidakadaan fitur live streaming membuat para penghobi lebih banyak mengarahkan pandangan matanya ke drone lain. Drone ini juga tidak dilengkapi dengan fitur pengindraan rintangan.

GoPro Karma

Bersaing ketat di bawah X-Star ada drone produksi GoPro, bernama Karma. Walaupun sempat mengalami recall pada kemunculan pertama mereka, nyatanya masih banyak penghobi yang menaruh minat untuk memiliki GoPro Karma ini. Banyak penghobi drone mengeluhkan bahwa kamera pada drone produksi DJI yang tidak dapat diganti menjadi celah bagi GoPro untuk mengisi keinginan para penghobi itu.

Kamera GoPro Karma dapat diganti dengan action cam lain yang diproduksi oleh GoPro. Selain itu, jika kamu membeli drone ini kamu akan langsung mendapatkan backpack, remot kontrol yang sudah dilengkapi layar, dan gimbal yang mampu dilepas bernama Karma Grip.

Beberapa hal yang menempatkan GoPro Karma di bawah Mavic Pro adalah karena durasi terbangnya yang relative singkat yaitu hanya 20 menit dan jarak tempuh terbang yang hanya setengah dari Mavic Pro. Belum lagi, tidak adanya Mode Follow Me dan sistem pengindraan rintangan membuat GoPro masih kurang begitu mampu bersaing.

 

Drone Terbaik untuk Kalangan Professional

Bisa dibilang drone untuk kalangan professional didesain khusus untuk tujuan sinematografi yang membutuhkan angel-angel pengambilan gambar yang sulit dilakukan tanpa bantuan. Demi memuaskan hasrat para sinematografi professional ini, biasanya perusahaan drone akan membuat drone dengan harga yang lebih mahal, lebih berat, dan tentunya memberikan hasil foto dan video yang lebih.

Berikut ini adalah daftar drone terbaik untuk kalangan professional:

DJI Inspire 2

Drone ini berada di urutan paling atas karena segudang hal luar biasanya yang melekat padanya. DJI dengan teknologinya berhasil membawa Inspire 2 untuk mampu merekam video dengan kualitas hingga 5.2K dengan CinemaDNG beresolusi 5280 x 2972.

Ditambah, drone ini mampu terbang begitu cepat tetapi tetap stabil. Inspire 2 mampu terbang dari kecepatan 0 km/jam hingga 50 km/jam dalam waktu 5 detik saja. Selain itu banyak nilai plus ada pada drone ini seperti kemampuan terbang di cuaca yang dingin, dual baterai yang mampu membawanya terbang hingga 27 menit, hingga kamera yang dapat diupgrade ke DJI Zenmuse X5R.

Drone professional ini juga dilengkapi dengan VPS baik di depan maupun di belakang, sebuah sensor inframerah untuk memindai rintangan di atasnya, dan sistem pengindraan rintangan yang mampu bekerja di semua mode penerbangan yang dimilikinya.

Nilai minus yang dimiliki Inspire 2 adalah bahwa kamu perlu merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan activation key agar CinemDNG dan Apple ProRes mampu merekam video dengan kualitas 5.2K. Belum lagi, kamu juga perlu kamputer yang sangat bagus untuk mengolah hasil video tersebut.

Matrice 600 Pro

Hexacopter ini dibuat untuk para sinematografi yang ingin merekam film dengan menggunakan berbagai macam kamera seperti, DSLR, Red Epic Kamera, Hassellblad Kamera, dan bahkan menggunakan DJI Zenmuse Kamera. Drone ini memang dibubuhi gimbal yang terpisah sehingga mampu digunakan untuk memasang berbagai kamera dengan berat maksimal kamera hingga 6kg.

DJI Matrice 600 Pro ini dilengkapi dengan pengontrol penerbangan A3 Pro, Lightbridge, dan mampu dioperasikan dengan menggunakan aplikasi DJI GO. Dibutuhkan setidaknya 6 buah baterai untuk bisa mengoperasikan Matrice 600 ini.

Hal yang menempatkan DJI Matrice 600 Pro di bawah Inspire 2 antara lain bahwa di Matrice tidak ada sistem pengindraan rintangan, ukurannya yang terlalu besar, dan butuh waktu yang sedikit lebih banyak untuk merangkai drone ini jika kamu tidak berpengalaman

DJI Inspire 1 v.2.0 RAW

Drone ini merupakan drone professional pertama yang diciptakan DJI. Versi 2.0 dari drone ini merupakan sebuah pengembangan dengan motor yang lebih besar dan landing gear yang lebih panjang untuk mengakomodasi penggunaan kamera mikro 4/3 X5R. Artinya, kamu mampu merekam video dengan kualitas 4K dengan bit rate 1.7 Gbps – 2.4 Gbps.

Drone ini juga dilengkapi dengan VPS, Dual GPS, dan GLONASS untuk penerbangan yang lebih stabil. DJI Inspire 1 ini juga bisa dioperasikan dengan dua controller secara bersamaan.

Nilai minus yang menempatkannya di bawah Inspire 2 adalah karena drone ini memiliki waktu terbang yang singkat berkisar antara 18 menit saja, juga di Inspire 1 tidak memiliki sistem pengindraan rintangan layaknya pada Inspire 2.

PowerVision PowerEye

Jika kamu berpendapat bahwa drone terbaik untuk kalangan professional diisi drone-drone produksi DJI, kamu kurang tepat. Di urutan keempat drone untuk professional diisi oleh drone yang berasal dari perusahaan yang relative baru di industry pesawat tanpa awak ini.

Mengusung nama PowerEye, drone ini ternyata memiliki fitur-fitur yang mengesankan. Drone 4K ini dilengkapi dengan kamera Pansonic Lumix G dengan lensa 14mm f/2.5 yang bisa diganti dengan lensa mikro lainnya.

Pemenang Reddot Award untuk kategori produk desain ini juga memiliki VPS dan sistem sonar yang membantunya terbang di dalam ruangan. PowerEye juga bisa dikendalikan dengan menggunakan dual controllers dan memiliki waktu penerbangan yang panjang.

Hal yang menempatkannya di bawah drone professional DJI adalah bit rate dari PowerEye yang hanya 60 Mbps dengan format file MP4, MOV, MPEG-4AVC / H.264

Selfie Drone Terbaik

Di era media sosial yang semakin menjamur ini, keinginan untuk selalu cepat dalam mengabadikan momen spesial yang mungkin tidak akan terluang lagi menjadi semakin menjadi kebutuhan. Walaupun banyak produsen ponsel pintar mengembangkan teknologi kameranya, nyatanya banyak orang yang masih ingin sebuah alat yang mampu mengabadikan momen spesial itu tanpa bantuan orang lain.

Kesempatan ini lah yang diambil banyak produsen drone untuk menciptakan selfie drone. Umumnya, selfie drone ini memiliki waktu terbang yang lebih singkat jika drone untuk kalangan penghobi. Ukurannya juga jauh lebih kecil hingga muat digenggam bahkan dimasukkan ke saku.

Di antara banyak selfie drone yang ada di pasaran, berikut adalah urutan selfie drone terbaik tahun 2017.

DJI Spark

Di urutan pertama tentunya diisi ‘Si Anak Baru’, DJI Spark. Drone yang muncul di pasaran bulan Mei lalu ini ternyata benar-benar mampu memikat hati. Desainnya yang kecil, tersedia dalam berbagai warna pilihan, dan penuh dengan fitur-fitur canggih membuatnya menjadi juara di kelasnya.

Belum lagi jika dipasangkan dengan DJI Goggles untuk menciptakan pengalaman terbang yang lebih fantastis.

Dengan bobotnya yang ringan, drone ini mampu terbang dengan kecepatan maksmimal 31 km/jam dengan durasi terbang hingga 16 menit. Kamu juga tidak memerlukan remot kontrol untuk bisa mengendalikan dan mengaktifkan fitur-fitur canggihnya.

Satu-satunya nilai minus yang didapatkan Spark adalah ia tidak mampu merekam video dengan kualitas 4K.

Hover Camera Passport

Drone eksklusif produksi Apple yang telah memenangkan penghargaan terbaik di CES 2017 dan Reddot award ini memang menjadi salah satu selfie drone yang bisa kamu pertimbangkan. Bentuk perseginya yang unik membuatnya mirip dengan laptop yang sedang terbang. Salah satu nilai plus karena memudahnya untuk dibawa dan disimpan dibandingkan drone lain.

Bagian props dari drone ini juga tidak akan membahayakan karena letaknya tersembunyi dan terlindungi dengan frame yang terbuat dari carbon fiber. Kamu juga tidak perlu izin dari FAA untuk menerbangkan drone ini karena bobotnya yang super ringan.

Drone ini mampu merekam video dengan kualitas 4K dan memiliki kamera beresolusi 13 MP. Drone ini juga mampu terbang melacak orang / benda bergerak berkat teknologi Mode Follow. Dilengkapi dengan dua baterai, drone ini dinilai mampu terbang lebih lama.

Namun, hal yang sedikit kurang berkenan dari Hower Camera Passport ini adalah tidak adanya pengaturan kamera dan file hasil foto maupun video tidak bisa langsung dipindahkan ke ponsel pintar, harus dipindahkan ke komputer terlebih dahulu.

Yuneec Breeze

Drone ini memiliki cukup banyak fitur menarik untuk disebut sebagai sebuah selfie drone. Fitur-fitur penerbangan yang dimiliki Yunec Breeze ini sama persis dengan yang ada pada Spark: Mode Selfie, Mode Follow Me, Orbit, dan lain-lain.

Drone ini juga mampu terbang baik di dalam ruangan berkat sensor optic dan inframerah yang dimilikinya. Kamera beresolusi 13 megapiksel mampu menangkap gambar dengan ukuran 4160 x 3120.

Yuneec Breeze bisa dikontrol dengan aplikasi yang terhubung langsung dengan berbagai macam media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube.

Nilai minus dari Yuneec Breeze ini adalah drone ini tidak memiliki gimbal dan walaupun sudah bisa merekam gambar sama-sama 4K, tetapi memiliki kualitas yang jauh lebih rendah dari pada 4K milik DJI.

Xiro Xplorer Mini

Mini drone ini adalah pemenang penghargaan reddot tahun 2016. Drone ini memiliki arm yang dapat dilipat dan mampu merekam hingga kualitas 1080p. Xplorer Mini juga dilengkapi dengan GPS dan GLONASS untuk menstabilkan terbangnya.

Kualitas kamera pada Xplorer Mini ini hampir sama dengan kamera yang ada pada Yuneec Breeze dengan resolusi kamera 13 MP. Xplorer Mini dapat terbang dengan durasi waktu 15 menit.

Zerotech Dobby

Di urutan terakhir best selfie drone 2017 ditempati oleh Zerotech Dobby. Drone ini ditenagai oleh processor Qualcomm Snapdragon. Beratnya yang sangat ringan memudahkanmu untuk tidak perlu mendaftarkannya ke FAA.

Bagian arm dari Dobby ini dapat dilipat dan mempunyai fitur PalmControl mirip yang ada pada Spark. Kamera Dobby ini beresolusi 13 MP dan mampu merekam video dengan kualitas Full HD 1080p. Dilengkapi dengan GPS dan GLONASS, membuat drone ini semakin aman untuk dikendalikan.

Fitur unik yang hanya ada pada Dobby ini adalah fitur Voice Commandnya. Drone ini ditempatkan di urutan terbawah dari best selfie drone 2017 karena hanya mampu terbang selama 9 menit, tampilan live nya juga hanya 480p, dan tidak memiliki sistem pengindraan rintangan

 

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: