DJI terus berupaya meningkatkan kualitas dan produktivitas-nya dalam pasar drone untuk mengukuhkan diri sebagai yang terbaik diantara kompetitor-kompetitornya. Saat meluncurkan Inspire 1 pada November 2014, DJI menyebutkan bahwa mereka ingin menjembatani “gap” antara peng-hobi (hobbyists) dan Hollywood. Inspire 1 memang dibandrol cukup mahal, tapi masih terjangkau untuk beberapa konsumen bahkan untuk peng-hobi yang serius.

Selanjutnya DJI meluncurkan produk yang lebih murah dari Inspire, yaitu The Mavic Pro dan Phantom 4 Pro. Keduanya menawarkan fitur profesional untuk pengambilan foto dan merekam video dengan kualitas luar biasa. Masih dalam rangkaian peluncuran produk produk DJI, hari ini DJI resmi meluncurkan Inspire 2, penerus versi sebelumnya dengan kualitas high-end, ditujukan untuk filmmakers profesional.

Inspire 2 lebih tangguh dan kuat dari pendahulunya, inspire 1. DJI menyebut penggunaan bahan magnesium-aluminum untuk bagian body meningkatkan ketahanan sekaligus menurunkan berat keseluruhan drone. Kecepatan maksimal Inspire 2 meningkat tajam dari 50 mph menjadi 67 mph, dan ketahanan baterai meningkat dari 18 menit menjadi 25 menit. Kamu juga dapat terbang cukup tinggi dengan drone ini, benar-benar tinggi!!. Ketinggian maksimal drone ini adalah 16.400 feet (4.998 meter) di atas permukaan laut. Inspire 2 dilengkapi kemampuan pemanasan otomatis dari dual baterai (self-heating dual-battery system) agar Kamu tetap bisa terbang di cuaca dingin.

Tentu saja yang paling Kamu tunggu-tunggu… DJI Inspire 2 adalah drone pertama keluaran DJI yang menggunakan 2 kamera. Kamera pertama digunakan untuk merekam gambar dengan dilengkapi gimbal tiga sumbu seperti generasi pertama. Lengan inspire 2 dapat terangkat saat terbang sehingga tidak menghalangi pergerakan kamera dan dapat melakukan putaran 360 derajat untuk merekam gambar dari segala penjuru. Untuk tambahan, Inspire 2 dilengkapi kamera depan dengan dua sumbu untuk membantu pilot melihat arah pergerakan drone. Fitur ini dibuat untuk mengakomodasi 2 pilot : satu pilot merekam video footage atau memotret foto sementara satu pilot lainnya mengatur pergerakan drone.

Jika Kamu menerbangkan drone sendiri (solo), Inspire 2 menyediakan fitur shoot dengan menggunakan computer vision dan navigasi otomatis. Seperti Phantom 4 dan Mavic Pro, Inspire 2 memiliki sensor untuk mengetahui dan menghindari rintangan. Vision sensor terdapat pada bagian depan dan bawah sementara dibagian atas Kamu dapat menemukan sensor infrared. Inspire 2 juga dilengkapi dengan teknologi computer vision system dan automatic subject tracking yang juga terdapat di Phantom 4 dan Mavic Pro. Artinya Kamu dapat mengunci sebuah objek dan kamera akan bergerak agar objek tetap dalam jangkauan frame sementara pesawat terbang bebas ke arah yang berbeda.

DJI telah melakukan perombakan desain untuk image processing system pada Inspire 2 bertujuan untuk meningkatkan kepuasan para filmmakers. Mereka menyebutnya CineCore 2.0. Teknologi ini dapat meng-capture video 5.2K. Untuk penyimpanan data, Inspire 2 menanamkan SSD onboard. Kamu dapat membeli Inspire 2 dengan kamera New Zenmuse X4S atau X5S. Fitur terakhir yang menarik adalah sensor micro 4/3 yang mampu mensupport 10 jenis lensa berbeda termasuk zoom. Inspire 2 memiliki sistem untuk melakukan kompresi format untuk kebutuhan profesional seperti CinemaDGN dan Apple ProRes. Untuk fotografer, terdapat mode DNG RAW yang dapat meng-capture 30-megapixel still image. Dan tentu saja Inspire 2 mampu melakukan stream video broadcast untuk keperluan siaran langsung berita dan semacamnya.

Inspire 2 dijual dengan harga awal Rp 40.021.000, jelas bukan drone untuk para konsumen atau pengguna pemula. Apakah Inspire dapat menjadi pilihan utama profesional untuk kebutuhan mereka?. Bagaimana menurut Kamu?.

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: