Dalam 24 jam terakhir, para pilot drone dari berbagai penjuru dunia dikejutkan dengan beredarnya sebuah foto yang menunjukkan gambar DJI Mavic Pro ‘Platinum’. Ada banyak perdebatan yang muncul di media sosial mengenai kebenaran rumor ini. Banyak di antara para Netizen yang menyebut bahwa gambar itu hanyalah hoax semata.

Namun, jika digali lebih dalam, kemunculan gambar DJI Mavic Pro ‘Platinum’ itu pertama kali berasal dari Grup Facebook milik DJI. Ada kemungkinan besar bahwa Mavic Pro ‘Platinum’ bukan hanya sebuah isapan jempol. Selain itu, karena berita kemunculan Mavic Pro “Platinum’ ini sudah sebegitu luasnya, jadi tidak menutup kemungkinan bahwa DJI akan memberikan pernyataan resmi mereka pada Internationale Funkausstellung Berlin (IFA) 2017, Kamis waktu setempat.

Dihimpun dari berbagai portal berita, DJI Mavic Pro ‘Platinum’ ini akan memiliki beberapa peningkatan baik dari segi teknis maupun artistiknya. Peningkatan yang akan ada pada Mavic Pro ‘Platinum’ ini di antaranya:

  1. Durasi terbang yang meningkat 3-4 menit
  2. Pengurangan tingkat kebisingan hingga 4dB
  3. Body berwarna Platinum/Silver
  4. Bagian Propeller yang berganti desain

Tentunya berita kemunculan DJI Mavic Pro ‘Platinum’ ini merupakan sebuah kabar baik bagi penggemar DJI Drone yang menunggu penyempurnaan Mavic Pro setelah munculnya beberapa bug pada perangkat keras maupun lunak. Mavic Pro ‘Platinum’ ini juga bisa menjadi salah satu usaha DJI untuk tetap menjadi produsen drone dan teknologi pencitraan udara nomor satu di dunia, setelah muncul banyak drone pesaing yang memiliki spesifikasi dan harga yang hampir sama dengan Mavic Pro.

Nampak sekilas bahwa model platinum ini memiliki corak label yang sangat jelas. Bagian propeller yang sangat menonjol dengan warna kuning, terlihat begitu segar dipandang mata. Selain itu, pada bagian propeller ini juga terlihat lebih agresif, dengan desain baru yang lebih mempesona.

Ya, dengan segenap peningkatan baik dari sisi desain dan kemampuan, DJI Mavic Pro ‘Platinum’ ini memang layak dinanti kehadirannya. Semoga hal ini akan semakin jelas setelah acara IFA 2017 di Berlin, Jerman.

 

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: