Hampir semua lini kehidupan manusia dewasa ini sangat terbantu dengan adanya pemanfaatan teknologi drone. Mulai dari aerial fotografi hingga kebutuhan industrial mapping, semua sudah memanfaatkan drone. Selain Phantom 4 Pro, DJI sendiri mengembangkan drone khusus untuk memenuhi kebutuhan aerial mapping profesional bernama Matrice 600.

DJI Matrice 600 didesain khusus untuk penggunaan industri karena bisa dikombinasikan dengan seperangkat teknologi DJI lainnya termasuk A3 Flight Controller, LightBridge 2 Transmission, dan RTK (Real-Time Kinematic). Teknologi-teknologi inilah yang membuat Matrice 600 mampu digunakan untuk melakukan pemeriksaan bangunan, pertambangan, agrikultural, hinggak kehutanan.

Namun, di era di mana arus teknologi terus maju, kebutuhan untuk mendapatkan tingkat keakurasian yang lebih tinggi selalu muncul. Hal ini muncul setelah ternyata Matrice 600 tidak terlalu baik ketika digunakan untuk melakukan pemetaan pada malam hari.

Beruntungnya sebuah perusahaan teknologi dari Amerika Serikat menciptakan sebuah teknologi bernama LiDAR. LiDAR (Light Detection and Ranging) merupakan sebuah teknologi pencitraan jarak jauh yang memanfaatkan sinar laser untuk melakukan pemetaan pada permukaan tanah. Teknologi ini mengadopsi teknologi radar, yang menggunakan gelombang radio daripada cahaya, jarak menuju objek ditentukan dengan mengukur selang waktu antara transmisi pulsa dan deteksi sinyal yang dipancarkan.

DJI Matrice 600 dan LiDAR dapat digunakan secara bersama-sama sebagai sebuah solusi kebutuhan 3D Mapping dengan harga terjangkau dan tingkat akurasi yang sangat akurat.

Contoh Penggunaan DJI Matrice 600 dan LiDAR

Pemetaan Lahan

Teknologi LiDAR menawarkan penghematan yang signifikan ketika akan melakukan pemetaan pada suatu area/lahan yang luas. Dengan memanfaatkan pantulan gelombang cahaya laser dari benda-benda di sekitar lahan, LiDAR dapat menciptakan peta topografik 3D yang dapat diolah selanjutkan oleh operator. Dikombinasikan dengan Matrice 600, LiDAR dapat memindai area dengan luas hingga lebih dari 4000m2 per menit.

Tim dari JogjaSky telah membuktikan bahwa DJI Matrice 600 dan LiDAR ini benar-benar sebuah perangkat yang sangat efektif dalam melakukan pemetaan. Peta topografik 3D seperti pada gambar hasil kerja tim JogjaSky di bawah ini sangat membantu dalam melakukan pemetaan di sebuah areal yang berukuran luas.

 

Pemindai Malam Hari

Sistem LiDAR menggunakan sinar ultraviolet yang artinya LiDAR tidak memerlukan tambahan cahaya ekternal untuk mampu melakukan pemetaan. Hal ini lah yang menjadikan LiDAR adalah alat pendeteksi terbaik ketika digunakan pada malam hari. Dengan dipasangkan pada Matrice 600, kamu bisa melakukan pemeriksaan bangunan, inspeksi pertambangan, dan bahkan melakukan pemetaan pada malam hari.

Pertanian

Dalam skala pertanian yang besar, landskap pemetaan 3D adalah hal yang sangat krusial karena erat hubungannya dengan sistem irigasi atau pengairan. Dengan DJI Matrice 600 dan LiDAR penentuan sistem ini dapat dilakukan dengan cara yang relatif cepat dan hasilnya pun sangat akurat. Pemanfaatan teknologi UAV ini tentu menggantikan penggunaan teknologi lama yang terbukti rumit dan butuh waktu lama dalam pengaplikasiannya.

Arkeologi

Dalam dunia arkeologi dengan metode survei tradisional tentu butuh waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan survei situs sejarah yang memiliki ukuran besar. Dengan DJI Matrice 600 dan LiDAR, seluruh kota dapat dijadikan 3D Mapping dalam hitungan menit saja. Dengan pemanfaatan teknologi yang demikian canggihnya, maka tidak akan ada lagi istilah ‘Situs hilang” karena semua hal bisa ditemukan.

Penting Diperhatikan

Walaupun Matrice 600 menjadi sangat revolusioner dalam dunia aerial mapping ketika dipasangai LiDAR, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan saksama. Hal pertama adalah durasi penerbangan. Matrice 600 dengan baterai TB48S dapat terbang dengan durasi hingga 40 menit ketika tanpa beban. Namun, ketika dipasangi LiDAR durasi terbang ini pada Matrice 600 ini bisa berkurang. Maka sangat penting untuk memastikan bahwa baterai yang kamu gunakan dalam kondisi terbaik saat terbang agar hasil yang dicapaipun dapat maksimal.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah ketinggian terbang. Walaupun Matrice 600 dan DJI drone lainnya dapat terbang hingga ketinggian 500m, kamu tetap harus mematuhi aturan ketinggian terbang di wilayahmu. Ketinggian ini tentu akan berdampak ketika Matrice 600 dipasangi LiDAR. Pilot harus senantiasa memperhatikan ketinggian ini agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan.

Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah kondisi cuaca. Cuaca yang tidak menguntungkan seperti angin kencang atau gerimis, juga berkabut dapat mempengaruhi kualitas hasil pemetaan LiDAR. Gunakan DJI Matrice 600 dan LiDAR hanya jika kondisi cuaca menguntungkan.

 

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: