Camera Setting:

Di sini kamu dapat menyesuaikan pengaturan kamera:

Auto: Kamera dapat memilih pengaturan yang paling optimal untuk mengambil foto atau video.

Aperture (A): Ini mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ketika kamu mengambil foto. Jumlah cahaya diukur dengan ‘f-stops’. Semakin kecil angka f-stop artinya aperture makin besar yang artinya jumlah cahaya yang masuk akan semakin banyak. Begitu pula sebaliknya. Pada Mode A, kamu dapat mengatur angka Aperture, tapi untuk pengaturan yang lain akan diatus secara otomatis menyesuaikan nilai exposure.

Shutter (S): Shutter mengontrol seberapa lama cahaya masuk ke lensa. Sederhananya, semakin lambat kecepatan shutter semakin banyak cahaya yang masuk dan sangat sesuai untuk mengambil gambar di lingkungan yang redup. Sedangkan semakin cepat shutter cocok untuk menangkap obyek yang bergerak cepat. Pada mode S, kamu dapat mengatur kecepatan shutter, tapi pengaturan lain akan diatur secara otomatis untuk menyesuaikan exposure.

Manual (M):  Kamu dapat mengatur Aperture dan Shutter secara manual untuk kontrol secara maksimal.

EV (Exposure Compensation Value): Dial ini menunjukkan seberapa jauh kamu berada dari pengaturan yang disarankan sebelum kamu mengambil foto dengan pengaturan manual. Idealnya, angka EV harusnya menunjukkan 0, dan jika ia menunjuk +2 maka obyek yang kamu akan ambil akan terlalu terang dan jika ia menunjuk -2 maka gambar yang kamu ambil akan terlalu gelap.  Ada beberapa situasi di mana kamu mungkin butuh EV yang tinggi atau rendah sebagai contohnya ketika kamu mengambil gambar di lingkungan gelap dengan kecepatan shutter lambat maka kamu peru EV tinggi.

Photo Setting:

Di sini kamu bisa menyesuaikan cara kamera mengambil foto.

Photo:

Di sini kamu dapat memilih cara dari bagaimana gambar diambil.

Single Shot: Merupakan mode standar yang mengambil 1 foto saat kamu menekan tombol shoot.

HDR Shot (High Dynamic Range): Jika opsi ini dipilih kamera akan mengambil tiga gambar dalam satu scene yang sama. Satu foto akan underexposed, satu foto akan overexposed, dan satu sisanya akan memiliki tingkat pencahayaan yang pas, dan akan digabungkan menjadi satu gambar JPEG.

Multiple: Pada mode ini, kamera akan mengambil beberapa gambar dalam satu kali tekan tombol shoot. Kamu mungkin akan menggunakan fungsi ini ketika mengambil gambar dari benda yang bergerak cepat.

AEB (Automatic Exposure Bracketing): Ini dpaat diatur pada 3 atau 5 pengambilan gambar dan bekerja hampir mirip dengan HDR. Namun, AEB mengambil gambar dengan kualitas RAW dan tidak akan mengombinasikan gambar menjadi satu kecuali dengan menggunakan software editing khusus. (Tidak pada Spark)

Timed Shot: Fungsi ini membuat kamu dapat menghitung mundur waktu sebelum foto diambil, sangat berguna untuk mengambil foto selfie.

Pano: Digunakan untuk mengambil gambar panorama dengan cepat. Pano memiliki nama lain Sphere Mode: adalah di mana drone akan mengambil beberapa gambar dan kemudian menggabungkan menjadi satu gambar berbentuk sphere.

ShallowFocus: Mode ini membuatmu dpat menciptakan efek depth of field

Image Size:

Kamu dapat memilih ukuran gambar 4:3 yang mana adalah ukuran standar jika kamu menggunakan lensa 35mm. Sedangkan untuk ukuran 16:9 adalah ukuran untuk HD dan 3:2 adalah ukuran tradisional untuk cetak foto.

Image Format:

Pada area ini, kamu dapat memilih apakah foto akan disimpan dengan format RAW, JPEG, atau RAW+JPEG. (Ingat Spark hanya dapat menyimpan gambar dengan kualitas JPEG).

White Balance:

Ini adalah proses penghilangan warna yang tidak diinginkan ada pada obyek sehingga gambar yang kamu ambil akan muncul dengan warna asli. Ini diukur dalam satuan Kelvin. Jika kamu memilih Auto, maka kamera akan memutuskan pengaturan apa yang paling baik. Kamu juga bisa memilih pilihan yang lain yang sesuai dengan keinginanmu.

Colour Temperature Light Source
1000 – 2000 K Candlelight
2500 – 3500 K Tungsten Bulb
3000 – 4000 K Sunrise/Sunset
4000 – 5000 K Fluorescent Lamps
5000 – 5500 K Electronic Flash
5500 – 6500 K Daylight with Clear Sky
6500 – 8000 K Moderately Overcast Sky
9000 – 10000 K Shade atau Heavily Overcast Sky

Style:

Di sini adalah di mana kamu bisa menentukan ketajaman, kontas, dan saturasi dari gambar atau video yang diambil dronemu. (Segitiga) Digital Sharpness membuat gambar semakin tajam. (Lingkaran) Kontras mengontrol gelap-terang dari gambar. (Persegi) Saturation rendah membuat foto lebih kusam dan tinggi membuat foto menjadi cetar. Semua pengaturan ini dapat diatur dari -3 sampai +3

Color:

Di sini kamu dapat mengatur profil warna kamera. Pengaturan ini berdampak pada warna foto. D – Cinelike dan D –Log kedua didesain untuk mengambil foto yang akan nantinya digunakan. Sisanya bisa kamu gunakan langsung tanpa perlu adanya proses pasca produksi

Other Camera Options:

Di sini kamu bisa menyalakan atau mematikan banyak jenis pengaturan. Pilihannya tergantung pada jenis drone yang digunakan. Screenshot d bawah ini menggunakan Mavic Pro

Histogram: Jika kamu menyalakan ini maka akan muncul boks histogram kecil pada layar. Boks ini akan menunjukkan tingkat exposure dari gambar yang akan kamu ambil. Sisi kiri dari grafik merepresentasikan bayangan, sisi kanan merepresentasikan area yang terang, sedangkan sisi tengah adalah nilai pas.

Front LEDs Auto Turn off: Jika ini diaktifkan artinya LED dean akan mati ketika kamu mulai merekam.

Lock Gimbal When Capture: Jika ini diaktifkan maka gimbal akan membuat kamera selalu ada arah di mana kamu akan mengambil gambar. Dan jika dimatikan, gimbal akan bergerak mengikuti gerakan aircraft.

Enable AFC Mode: AFC artinya “Auto Focus Continuous” dan jika diaktifkan makan kamera akan secara otomatis fokus ketika kamu mulai merekam.

MF Focus Assistant (P4P): Jika ini diaktifkan maka ini dapat membantumu memfokuskan pada obyek ketika menggunakan mode kamera manual

Mechanical Shutter (P4P + Inspire 2): Jika ini diaktifkan maka ini dapat mencegah munculnya efek jelo jetika mngambil foto atau video dari obyek yang bergerak cepat

Portrait Capture (Mavic): Aktifkan ini untuk memutas gimbal ke mode portrait

Over Exposure Warning: Jika kamu mengaktifkan ini maka aplikasi akan memberi tahumu bahwa fotomu overexposed. (hanya pada Mavic Pro/ Phantom 4 / Inspire 2)

Auto Sync HD Photos: Jika ini diaktifkan maka aircraft akan stream gambar dengan resolusi penuh dari drone lewat ponsel pintar selama penerbangan.

Long Exposure Preview: Jika ini diaktifkan sebuah tampilan long exposure akan muncul sebelum kamu mengambil foto.

Video Caption: Jika ini diaktifkan maka kamu mengambil video aplikasi akan membuat teks berformat (SRT) yang berisi informasi tentang Ketinggian, GPS, ISO, Shutter, Barometer, Koordinat GPS Home Point, dll.

Grid: Aktifkan ini dan akan muncul garis bantu yang membantumu daam mengambil gambar. Kamu juga bisa mengatur garis bantu diagonal pada fitur ini.

Centre Points:  Di sini kamu dapat memilih jenis visual dari center point pada live view

Anti-Flicker: Ini mencegah adanya flicker ketika merekam dan memiliki dua opsi 50 dan 60 Hz.

File Index Mode: Ini mengontrol nomor file yang ada pada video dan foto yang kamu ambil. Jika kamu mengatur pada continuous, maka nomor akan terus tiap kali kamu mengambil foto/video. Jika kamu memilih reset, maka nomer akan dimulai lagi dari 001.

Peak Focus Threshold: Ini menambahkan garis merak di sekitar pinggir fokus. Kamu dapat mengatur antara off/low/normal/high ketika fungsi ini diaktifkan

Format SD Card: Fungsi ini menghapus semua informasi yang ada pada kartu memori

Reset Camera Setting: Ini akan membuat kamera kembali ke pengaturan awal ketika diaktifkan.

Video Setting:

Di sini kamu dapat mengatur bagaimana drone mengambil video.

Video Size:

Di sini kamu dapat memilih beberapa ukuran resolusi dan fps. Pilihan yang akan kamu lhat bergantung pada jenis drone yang kamu terbangkan atau jenis kamera apa yang terpasang jika kamu menggunakan Inspire 2.

Video Format:

Di sini kamu dapat memilih tipe video apa yang kamu gunakan. Pilihan yang akan kamu lhat bergantung pada jenis drone yang kamu terbangkan atau jenis kamera apa yang terpasang jika kamu menggunakan Inspire 2.

 

 

NTSC/PAL:

Ini adalah format yang digunakan untuk menampilkan video. Dasarnya, jika kamu adalah orang Amerika, maka kamu akan memilih menggunakan NTSC, sedangkan kebanyakan orang di luar Amerika memilih PAL.