Semakin majunya teknologi dewasa ini semakin canggih pula alat-alat diciptakan untuk menunjang kebutuhan manusia. Misalnya saja dalam industri perfilman dan fotografi, teknologi drone diciptakan sebagai sebuah sarana baru.

Dan kini, menerbangkan drone bukan lagi hanya sebuah hobi melainkan menjadi sesuatu yang lebih professional dan menghasilkan. Namun, teknologi itu pun datang bukan hanya bersama kebaikannya saja melainkan bersama kejelekkannya juga.

Hanya karena kamu memiliki kamera yang ada pad drone-mu, bukan berarti kamu bebas untuk melihat kemanapun kamu mau. Untuk itu, di Indonesia khususnya, ada sebuah peraturan dalam penggunaan drone atau pesawat tanpa awak ini. Peraturan Menteri Nomor 47 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Nomor 180 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang ada di Wilayag Indonesia.

Tapiā€¦ bagaimana ya kalau masih ada yang ngotot melanggar peraturan itu?

Berikut ada acara-cara yang digunakan di pelbagai negara untuk menangkap drone illegal

Drone Defender (Indonesia)

Kementrian Perhubungan dan TNI sekarang menggunakan sebauh alat bernama Drone Deender untuk melumpuhkan drone illegal yang terbang di wilayah udara Indonesia. Alat ini diproduksi oleh perusahaan Battlelle yang berbentuk seperti senapan bahu dengan antenna di ujungnya. Alat ini menembakkan rentetan gelombang yang akan mengacaukan sinyal pada drone illegal. Alat ini lalu kan mengambil alih fungsi kendali drone tersebut untuk kemudian didaratkan.

Drone Defender ini dioperasikan menggunakan sinyal GPS dan pita radio ISM sehingga dapat mengacak sinyal dari drone illegal.

Drone Hunter Hawk (Belanda)

Kepolisian Belanda bekerja sama denga Guard From Above, sebuah perusahaan yang melatih Burung Elang, untuk memburu drone illegal yang terbang di wilayah udaranya. Burung Elang ini dilatih untuk menangka drone sesuai dengan perintah yang diberikan.

Police Drone (Jepang)

Kepolisian Tokyo, Jepang, menggunakan drone untuk menangkap drone illegal yang terbang di wilayah udaranya. Mereka mempersenjatai drone dengan jaring di bagaian bawahnya, polisi yang bertugas untuk mengendalikan drone tersebut akan mengarahkan drone berjaring itu ke drone illegal. Jaring yang mempunyai lepas satu meter dan panjang kira-kira dua meter ini akan menjerat baling-baling drone illegal dan membuatnya jatuh.

Robotic Falcony (Amerika Serikat)

Robotic Falony adalah sebuah mesin penembak jaring yang dikembangkan oleh para ilmuan dari HIRoLab (Human-Itractive Robotics Lab) yang berdomisili di Michigan Technological University, Amerika Serikat. Robotic Falcony dapat menembakkan jaring secara otomatis maupun secara manual dengan bantuan remot kontrol.

SkyWall 100 (Inggris)

Skywall 100 merupakan senjata penembak jaring yang digunakan pemerintah Inggris untuk menangkap drone yang terbang secara illegal di wilayah udara mereka. Senjata ini mirip seperti Meriam yang mempunyai bobot peluru sebarat 10 kg dan ditembakkan melalui sistem kompresi udara. Tembakan dari Skywall 100 ini dapat mencapai ketiggian 100meter.

Alat ini mempunyai teknologi smart scope yang akan memberitahu jarak dengan target yang dibidik. Ketika peluru sudah ditembakkan, peluru akan terbang menuju sasaran dan terbuka lalu akan membentangkan jaring yang akan menangkap drone. Peluru dari Skywall 100 ini juga dilengkapi dengan parasut yang akan dengan aman membawa drone yang ditangkap ke bawah.

Comments

comments

%d blogger menyukai ini: